Majelis Rasulullah
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| Artikel ini membutuhkan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Silakan bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki dari sumber yang terpercaya. |
| Majelis Rasulullah SAW | |
|---|---|
| %257Cimage_name = | |
| Didirikan | 1998 |
| Jenis | Majelis Ta'lim |
| Afiliasi keagamaan | Pendidikan Islam |
| Pengasuh | Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa |
| Lokasi | Jakarta, |
| Situs web | Website Resmi |
Majelis Rasulullah merupakan salah satu Majelis Dzikir dan Shalawat pemuda terbesar di Jakarta pimpinan Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa[1].
Majelis Rasulullah telah sering kali mengadakan kegiatan di Monumen
Nasional(Monas), seperti Maulid Nabi SAW dan Tabligh Akbar yang dihadiri
banyak ulama nasional dan internasional, di antara adalah Habib Umar bin Hafidz, ulama dunia kenamaan Kota Tarim, Yaman yang juga merupakan Guru dari Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa. Presiden Republik Indonesia,Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah menghadiri dan menyampaikan sambutannya serta sejumlah pesan dalam kegiatan Majelis Rasulullah SAW[2], demikian juga tokoh nasional lainnya.
Kegiatan rutin Majelis Rasulullah diadakan pada malam Selasa, berpusat di Masjid Raya Almunawar Pancoran, Jakarta Selatan[3].
Dakwah Habib Munzir ialah mengajak umat Islam untuk bertobat dan
mencintai Nabi Muhammad dan sunnahnya, menjadikan Rasulullah SAW sebagai
idola{{Sfn|Majelis Rasulullah|2009}. Habib Munzir juga senantiasa
mengingatkan agar tidak sampai putus aktifitas untuk mencari ridhanya
Allah SWT dan rasa cinta RASULULLAH SAW walaupun Majelis Rasulullah
tidak ada sosok seorang guru besar seperti Habib Munzir Bin Fuad
Al-Musawa.
Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa dikabarkan meninggal dunia, pada hari
Minggu 15 September 2013, pimpinan Majelis Rasulullah ini menghembuskan
nafas terakhir pada pukul 15.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo,
Jakarta[4].
Amanah untuk untuk melanjutkan, ikut menjaga Majelis Rasulullah SAW dan
menjawab di forum majelis rasulullah diamanahkan oleh Alhabib Umar bin
muhammad bin Salim bin Hafizh kepada Al Habib Ahmad bin Novel bin Salim
bin Jindan[5].
Daftar isi
[sembunyikan]Latar belakang & Perkembangan [3][sunting | sunting sumber]
Habib Munzir lulus dari studynya di Darulmustafa pimpinan Al Allamah Al Habib Umar bin Hafidz Tarim
Hadramaut, Yaman. Beliau kembali ke Jakarta dan memulai berdakwah pada
tahun 1998. Beliau mulai berdakwah siang dan malam dari rumah kerumah di
Jakarta, ia tidur dimana saja dirumah-rumah masyarakat, bahkan pernah
ia tertidur di teras rumah orang karena penghuni rumah sudah tidur dan
ia tak mau membangunkan mereka di larut malam. Setelah berjalan kurang
lebih enam bulan, Habib Munzir memulai membuka Majelis setiap malam
selasa (mengikuti jejak gurunya Al Habib Umar bin Hafidz yang membuka
Majelis mingguan setiap malam selasa), dan ia pun memimpin Ma'had
Assa'adah, yang di wakafkan oleh Al Habib Umar bin Hud Alattas di
Cipayung, setelah setahun, munzir tidak lagi meneruskan memimpin ma'had
tersebut dan melanjutkan dakwahnya dengan menggalang majelis-majelis di
seputar Jakarta.
Habib Munzir membuka majelis malam selasa dari rumah kerumah,
mengajarkan Fiqh dasar, namun tampak ummat kurang bersemangat menerima
bimbingannya, dan Habib Munzir terus mencari sebab agar masyarakat ini
asyik kepada kedamaian, meninggalkan kemungkaran dan mencintai sunnah
sang Nabi saw, maka Habib Munzir merubah penyampaiannya, ia tidak lagi
membahas permasalahan Fiqih dan kerumitannya, melainkan mewarnai
bimbingannya dengan nasehat-nasehat mulia dari Hadits-hadits Rasul saw
dan ayat Alqur'an dengan Amr Ma'ruf Nahi Munkar, dan lalu beliau
memperlengkap penyampaiannya dengan bahasa Sastra yang dipadu dengan
kelembutan ilahi dan tafakkur penciptaan alam semesta, yang kesemuanya
di arahkan agar masyarakat menjadikan Rasul saw sebagai idola, maka
pengunjung semakin padat hingga ia memindahkan Majelis dari Musholla ke
musholla, lalu Musholla pun tak mampu menampung hadirin yang semakin
padat, maka Munzir memindahkan Majelisnya dari Masjid ke Masjid secara
bergantian.
Mulailah timbul permintaan agar Majelis ini diberi nama, Hb Munzir
dengan polos menjawab, "Majelis Rasulullah?", karena memang tak ada yang
dibicarakan selain ajaran Rasul SAW dan membimbing mereka untuk
mencintai Allah dan Rasul Nya, dan pada dasarnya semua Majelis taklim
adalah Majelis Rasulullah SAW.
Majelis kian memadat, maka Munzir mengambil empat masjid besar yang
bergantian setiap malam selasa, yaitu masjid Raya Almunawar Pancoran
Jakarta Selatan, Masjid Raya At Taqwa Pasar minggu Jakarta Selatan,
Masjid Raya At Taubah Rawa Jati Jakarta Selatan, dan Ma`had Daarul
Ishlah Pimp. KH. Amir Hamzah di Jalan Raya Buncit Kalibata Pulo, Namun
karena hadirin semakin bertambah, maka Habib Munzir akhirnya memusatkan
Majelis Malam selasa ini di Masjid Raya Almunawar Pancoran Jakarta
Selatan, kini acara ini dihadiri berkisar antara 10.000 hadirin setiap
minggunya, Habib Munzir juga meluaskan wilayah da'wah di beberapa
wilayah Jakarta dan Sekitarnya, lalu mencapai hampir seluruh wilayah
Pulau Jawa, Majelis Rasulullah tersebar di sepanjang Pantai Utara Pulau
jawa dan Pantai Selatan, dan terus makin meluas ke Bali, Mataram, Irian
Barat, bahkan Singapura, Johor dan Kualalumpur, demikian pula di stasion
stasion TV Swasta, bahkan VCD, Majalah bulanan dll, dan kini Anugerah
ilahi telah merestui Majelis Rasulullah untuk meluas ke Jaringan
internet dengan nama asalnya "Website Majelis Rasulullah".
Program Dakwah[sunting | sunting sumber]
Siaran di stasiun TV[sunting | sunting sumber]
Beberapa stasiun TV swasta telah menjalin hubungan dengan Majelis
Rasulullah saw, di antaranya Metro TV yg telah meliput acara majelis
mingguan di Masjid Raya Almunawar Pancoran Jakarta Selatan, dan
ditayangkan pada acara Oasis pada 24 April 2005. Demikian pula ANTV yang
telah menjadi mitra Majelis Rasulullah saw, yang mana berkali-kali
Habib Munzir dan tim Hadrah Majelis Rasulullah saw mengisi acara Mutiara
Subuh ANTV dengan durasi 27 menit, dan telah berlangsung sejak tahun
2000 lalu. ANTV juga telah berkali-kali berkunjung dan meliput Majelis
Rasulullah saw di Masjid Almunawar Pancoran, dan juga saat kedatangan
guru Al Habib Umar bin Hafidh di Masjid Raya Almunawar Pancoran Jakarta
Selatan.
Hal serupa dengan stasiun TV Indosiar, sejak 2001 telah menjalin
hubungan dengan Majelis Rasulullah. Pada periode 2005 ini hingga Agustus
2005, Indosiar TV telah menayangkan lebih dari 20 tayangan rekaman
Habib Munzir Almusawa dalam acara Embun Pagi. Salah satu kegiatan
lainnya ialah liputan kedatangan guru Al Habib Umar bin Hafidh. Untuk
tahun kedatangan tahun 2003 diadakan rekaman di kediaman Habib Umar
Maula Khela di Kemang, dan pada 2004 diadakan rekaman di kediaman Habib
Muhsin bin Idrus Al Hamid di Cidodol, dan pada kedatangan tahun 2005
yang baru lalu ini rekaman diadakan di kediaman Habib Riyadh Alhiyeyd di
Kemang.
Stasiun TV Lativi telah mengadakan kerjasama dengan Majelis Rasulullah
saw pada bulan Ramadhan, dan stasiun TV TPI pun mengadakan rekaman
ceramah agama oleh Habib Munzir sebanyak 4 episode pada Mei 2005. Pada
tahun 2010 Habib Munzir sering mengisi acara Damai Indonesiaku yang
rutin ditayangkan oleh TV One setiap hari Minggu siang maupun hari besar
Islam (Peringatan Tahun Baru Hijriah dll). Acara ini biasanya dihadiri
puluhan ribu jamaah Majelis Rasulullah serta dihiasi dengan iringan
Sholawat dari tim Hadrah Majelis Rasulullah.
Hadrah Majelis Rasulullah[6][sunting | sunting sumber]
Tim Hadroh Majelis Rasulullah saw terdiri dari sembilan personil, dengan
empat buah hadroh ukuran standard dan empat buah Bass dengan ukuran
Besar, dan satu buah Bas ukuran sangat besar.
Tim ini selalu mengiringi Tablig Akbar Majelis Rasulullah saw dipelbagai
wilayah seputar Jakarta dan sekitarnya, dibarengi lantunan nasyid
dengan suara yang sangat merdu dan indah membawa ketenangan dan
kesejukan di hati, dan disaat lain membangkitkan semangat muda untuk
lebih giat beraktifitas dengan segala kegiatan positif.
Nasyidah-nasyidah mereka adalah syair-syair para salaf, seperti Syair
Fakhrulwujud Imam Abubakar bin Salim, Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad,
dan juga syair-syair Guru Agung, Al Habib Umar bin Hafidh, dan
syair-syair lainnya.
Dan kini nasyidah nasyidah mereka telah digandrungi ribuan pemuda dan
remaja Ibukota, bahkan anak-anak yang kini sudah lebih banyak menyukai
nasyidah hadroh mereka ketimbang lagu-lagu anak yang beredar umum di
masyarakat metropolitan.
Gerakan aman berkendaraan[sunting | sunting sumber]
Jemaah Majelis Rasulullah kebanyakan mengendarai motor dengan ciri khas
jaket hitam dan peci putih. Sekarang ini sudah ada "Gerakan Anak Majelis
Pakai Helm dan Tertib Lalu Lintas".
Rujukan[sunting | sunting sumber]
- Catatan kaki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar