Anggota Separatis Pro-Rusia: Kami Menembak Jatuh MH17 Internasional 1 24 Jul 2014 11:37
Anggota Separatis Pro-Rusia: Kami Menembak Jatuh MH17
Internasional
1
24 Jul 2014 11:37
Separatis Pro-Rusia. (Reuters)
Liputan6.com, Donetsk - Seorang
anggota kelompok separatis Pro-Rusia mengaku bahwa pihaknya telah
menembak jatuh pesawat Malaysia MH17 pada Kamis, 17 Juli lalu.
Sebuah koran Italia, Corriere Della Sera sempat
melakukan wawancara dengan seorang anggota separatis yang tak
disebutkan namanya pada Rabu, 23 Juli 2014 ketika hendak mengevakuasi
jenazah korban.
Dalam wawancara tersebut disebutkan, pada hari tragedi itu kelompok
Pro-Rusia mengira pesawat yang melintas (MH17) adalah pesawat militer.
Mereka bahkan telah menyiapkan pasukan darat untuk menghadapi kelompok
pro-Ukraina.
"Kami baru saja menembak pesawat fasis Kiev (MH17), teriak prajurit
lain. Mereka memperingatkan kita untuk hati-hati akan pasukan musuh lain
yang diterjunkan," ceritanya.
Saat itu, lanjutnya, saya sedang mencari parasut di tanah dan pepohonan.
"Saya menemukan tubuh seorang gadis kecil, mungkin berumur 5 tahun. Dia
tertelungkup dan kondisinya mengerikan. Saat itulah saya menyadari bahwa
pesawat itu adalah pesawat sipil, bukan militer," ungkap separatis yang
merupakan bagian dari unit paramiliter, seperti Liputan6.com lansir dari Newsweek (24/07/2014).
Separatis yang berusia 31 tahun ini mengaku bertugas menjaga lokasi kejadian sejak pesawat jatuh pada 17 Juli lalu.
Sebelumnya, Rusia dituding pemerintah Ukraina sebagai pihak yang berada
di balik penembakan pesawat MH17. Namun Rusia secara tegas membantahnya
dan menuding balik Ukraina adalah pelaku penembakkan.
Sementara itu, Direktur keamanan informasi Ukraina, Vitaly Nadya mengaku memiliki rekaman audio yang didapat dari pihak intelijen. "Kami merekam percakapan anatar perwira Rusia dan seseorang di kantornya di Moskow. Kami tahu pasti, beberapa menit sebelum rudal ditembakkan, ada laporan ke perwira tersebut bahwa pesawat (target) sudah datang."
Berdasarkan data pemantauan militer, Rusia menyebutkan bahwa pesawat Su-25 milik Ukraina terbang mendekati MH17 kemudian menembakkan rudal ke arah pesawat tersebut.
Sementara itu, Direktur keamanan informasi Ukraina, Vitaly Nadya mengaku memiliki rekaman audio yang didapat dari pihak intelijen. "Kami merekam percakapan anatar perwira Rusia dan seseorang di kantornya di Moskow. Kami tahu pasti, beberapa menit sebelum rudal ditembakkan, ada laporan ke perwira tersebut bahwa pesawat (target) sudah datang."
Berdasarkan data pemantauan militer, Rusia menyebutkan bahwa pesawat Su-25 milik Ukraina terbang mendekati MH17 kemudian menembakkan rudal ke arah pesawat tersebut.
Sebanyak 298 orang tewas dalam tragedi tersebut, 40 jenazah korban pertama telah tiba di Belanda untuk proses indentifikasi.
Sementara dua kotak hitam pesawat telah berada di Hampshire, Inggris pada Rabu, 23 Juli untuk proses penyelidikian. (Imel Pebreyanti/Ein)
Sementara dua kotak hitam pesawat telah berada di Hampshire, Inggris pada Rabu, 23 Juli untuk proses penyelidikian. (Imel Pebreyanti/Ein)
Baca Juga:
Credit: Tanti Yulianingsih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar